dont-do-it

Saya ada terbaca satu blog yang memperlekehkan blog yang menggunakan cara ‘keji’ untuk menambahkan jumlah entri. Apa cara keji tersebut? Memang taktik ini boleh menambahkan jumlah entri. Caranya mudah sahaja. TULIS LIRIK LAGU!!

Memang taktik yang menyakitkan hati. Sebabnya, kita buka blog untuk baca sesuatu. Tapi; kadang-kadang berguna juga bagi orang yang hendak mencari lirik.

Kali ini saya hampir-hampir terjerumus ke dalam kategori Blogger yang guna taktik keji. Bagi mengelakkan terjerumus terus, saya ubah sedikit cara. Entri lirik lagu bercerita. Kenapa saya begitu tergamak untuk menulis lirik lagu dan disertakan dengan cerita?

Sebenarnya, jalan ceritanya adalah apa yang benar-benar saya lalui.

Get the Flash Player to see the wordTube Media Player.

Redha
Inteam, album ‘Allahu Rabbi”

Usah disalahkan takdir yang melanda
Renung kembali sejarah silam
Dengan membiarkan ku sendiri
Ku terumbang-ambing mengenal diri

Benar. Apa yang sudah terjadi tak perlu dikesalkan. Tinggal lagi, jadikan sejarah itu sebagai pengajaran. Kesilapan kita dalam bersahabat, dalam berukhwah kadang-kadang terlupa ada hati yang terluka. Mungkin rasa hormat itu menyebabkan apa yang tersirat dibiarkan terpendam dalam hati. Ya, saya benar-benar mengalaminya; satu tika dulu.

Mujurlah Allah itu mengasihi
Aku diberi arah petunjuk
Berlindung dengan Allah menerus kehidupan
Ku mengenal makna dosa dan pahala

Syukur terlalu syukur. Anugerah Allah satu kekuatan diperoleh. Maka, saat itu apa yang dialami dapat dihadapi. (Sedih pula bila saya mengingatkan kembali..huhuhu).

Dengan kehendakNya
Kau datang semula menghampiriku
Dan aku terpaku
Hingga ku hilang tiap bicara

Memang tak terduga. Setelah apa yang dilalui, tanpa saya sangka ukhuwwah yang tercalar itu ada usaha yang hendak merawatnya.

Bukan ku menjauhi
Tetapi amat sukar sekali
Bila kenang kembali
Aku disisih dan dibuang ke tepi
Malah aku tidak dipeduli

Maaf. Andai ada kalanya saya bersikap membisu. Hilang tanpa berita. Bersikap seolah-olah merajuk membawa diri. Bukan mudah untuk dilupakan sejarah silam. Ia telah berlaku. Apa rasanya jika pernah mengalami seperti saya ini?

Macam ni la rasanya... kot..Macam ni la rasanya… kot..

Allah Maha Mengetahui
Yang ada di hati
Biar Dia menentukannya

Sebenarnya, bukan hendak membalas derita. Lebih baik jika dilupakan segalanya dan ‘berpura-pura’ seolah-olah tidak ada apa yang pernah berlaku. Tapi, seperti yang saya nyatakan tadi, “amat sukar sekali bila kenang kembali”. Jauh di sudut hati, saya ingin segalanya kembali seperti dulu.

Usah disalahkan takdir yang melanda
Renung kembali sejarah silam
Ku redha dan sedia terima
Yang tertulis dalam kehendakNya

Sudah berlaku. Apa yang cuba saya lakukan adalah, cuba menerima kembali segalanya. Namun, ia tetap bergantung pada frasa ” amat sukar sekali bila kenang kembali”.

Jadi, janganlah disalahkan saya andai saya menjauhkan diri. Hilang tanpa panggilan telefon, tanpa kiriman SMS. Mungkin ketika itu, saya berada pada keadaan “amat sukar sekali bila kenang kembali”.

Post to Twitter Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to StumbleUpon