Tagged: Ramadhan
Bicara Hati Menuju Syawal
hisham | 18/09/2009 | 7:13 am | Luah Rasa, Pedoman, Ucapan, featured | 2 Komen

b0055

Syawal bakal menjelma tidak lama lagi. Kemeriahan menyambutnya sudah semakin terasa. Namun sesekali hati bertanya, akan kembali ke fitrahkah tatkala meninggalkan Ramadhan ini. Adakah maksud HAMBA BERTAQWA berjaya digapai di 1 Syawal nanti.

Pada lapar dan dahaga yang dilalui, terlenturkah nafsu yang sering meraja diri. Pada solat tarawih yang didirikan, bersihkah jiwa kita dari alpa dan musuh luaran serta.dalaman. Pada alunan zikir dan ayat Al-Quran, tersemaikah rasa penuh kehambaan.

Tuhan, sulit sekali hati ini menafsirkan.

Ramadhan yang ditinggalkan bisakah menjadi medan perjuangan yang akan diteruskan di bulan mendatang. 11 bulan sebelum tibanya  Ramadhan kembali.

Baca sepenuhnya.. »

Post to Twitter Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to StumbleUpon

Catatan Ringkas Di 27 Ramadhan
hisham | 17/09/2009 | 2:11 pm | Luah Rasa, featured | Tiada Komen

emel

MasyaAllah..

buat pengetahuan anta, ana dah lama tak buka webmail ni.. bila ana buka tengok.. banyak email dari anta..

Maaf ye.. ana lambat reply.. berdosa ana kalau terdetik kekecewaan di hati anta..

Secebis balasan emel yang baru saya terima. Memang kiriman emel yang saya hantar tidak berjawab untuk masa yang agak lama. Bahkan saya tidak meletakkan harapan yang tinggi untuk menerima balasan setelah sekian lama. Namun, balasan emel ini cukup menjadikan saya terpaku.

Mata terpaku pada baris ayat ‘berdosa ana kalau terdetik kekecewaan di hati anta..’

Baca sepenuhnya.. »

Post to Twitter Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to StumbleUpon

Kau Kata Kau Rindu
hisham | 03/09/2009 | 12:06 pm | Berita | Tiada Komen

13 Ramadhan. Hampir separuh Ramadhan dilalui. Barangkali elok kiranya kita ingat kembali pada kata-kata manis kita dahulu.

Tidak sabar bertemu Ramadhan.
Adakah sempat bertemu Ramadhan akan datang.
Akan cuba beribadah sebanyaknya.
Ingin merebut setiap ganjaran pahala yang berlipat ganda di bulan mulia.
Lagi, lagi dan lagi.

Lewat SMS menjelang Syawal, ada kata-kata betapa mengharapkan agar bertemu lagi Ramadhan seterusnya.  Menangisi Ramadhan yang telah berlalu dengan hasil yang tidak sampai ke piawaian yang ditetapkan. Lantas, rasa rindu itu kita simpan agar masih ada lagi Ramadhan untuk kita.

Ya, kita kata kita rindu. Tetapi bilamana bertemu Ramadhan rasa rindu seakan terbang dibawa angin lalu. Hanyut dibawa arus waktu. Menjelang Syawwal, sekali lagi kita katakan rasa rindu untuk bertemu lagi.

Masih ada waktu untuk kita melepaskan rasa rindu. Baki belasan hari ini pergunakanlah sebaiknya.

Selamat memburu LAILATUL QADAR.

Hisham Ahmad
Kuantan

Post to Twitter Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to StumbleUpon

Ramadhan lagi
hisham | 07/09/2008 | 10:01 am | Jurnal | 2 Komen

Berkerut dahi juga saya. Mana tidaknya tatkala melihat juadah untuk berbuka. Bukan tidak bersyukur dengan rezeki yang melimpah ruah tetapi kadarnya melebihi apa yang tubuh saya perlukan.

Sebenarnya saya sudah siap menyediakan makanan untuk berbuka. Sepinggan nasi, seekor ikan bakar, kobis dan tomato ( Cherry Honey ) yang dibuat ulam serta dua biji tamar dan segelas air kopi sawda.
( Saya tidak pandai memasak sayur, dan lebih gemar makan ala-ala salad atau bahasa melayunya dibuat ulam sahaja. Budu sudah kehabisan stok).




Baca sepenuhnya.. »

Post to Twitter Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to StumbleUpon